Sabtu, 31 Agustus 2013

lomba menulis makna puisi

Lomba Menulis Makna Puisi “Kuasa-Mu” By Liainika Menulis (DL: 30 September 2013)

Puisi merupakan salah satu sarana bagi seseorang untuk mengungkapkan isi hati yang sedang atau telah dirasakan dengan rangkaian kata-kata indah sebagai kiasan. Dari setiap kata yang dikiaskan oleh penulisnya tentulah memilik makna yang tersirat.
Persyratan lomba makna puisi :
Peserta adalah seluruh masyarakat Se-Indonesia tanpa batas usia di dalam maupun di luar negeri.
Melampirkan Riwayat Hidup + Identitas yang masih berlaku.
Judul makna bebas yang penting tidak lepas dari tema dan isi puisi yang disediakan
Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar sesui EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
Makna puisi haruslah sesuai dengan isi puisi, menarik, enak dibaca dan mudah dimengerti bagi pembaca dan tidak mengandung unsur SARA.
Jumlah halaman bebas (naskah makna di ketik spasi 1,5 pada kertas ukuran A4 (Font Times New Roman 12 pt dengan margin Kanan : 3 cm, Kiri : 4 cm, Atas : 3 cm, dan Bawah : 3 cm).

Lomba dibuka 1 September 2013, ditutup 30 September 2013

Naskah yang dilombakan merupakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun. Juga tidak sedang disertakan lomba serupa. Jika terjadi praktik plagiat, kemenangan karya dibatalkan dan dituntut secara hukum pelanggaran Hakcipta.

Setiap peserta dikenakan Uang Pendaftaran Rp 20.000,- ditransfer melalui Rek. Bank BNI Syariah 2250519898 a/n Nurmah

Naskah dikirim ke E-mail: liainikamenulis@gmail.com

Sertakan scan bukti telah mentransfer uang pendaftaran dalam naskah

Dengan mengirim naskah peserta secara otomatis terdaftar

Naskah yang telah dikirim menjadi milik penyelenggara

Pengumuman Pemenang dilaksanakan pada Tanggal 5 Oktober 2013.

Hadiah pemenang sebagai berikut:

Pemenang 1: Uang tunai Rp 300.000,-

Pemenang 2: Uang Tunai Rp 200.000,-

Pemenang 3: Uang Tunai Rp 100.000,-

Untuk naskah puisi silahkan kunjungi blog berikut http://liainikamenulis.blogspot.com/2013/08/puisi.


Puisi


Kuasa-Mu

Dengan segala kehendak-Mu
Memaksaku menerima takdir
Takdir yang tak pernah aku tahu tak pernah aku mau
Tuhan paksakan aku
Di ruang gelap berait dititipkan-Nya aku
Diberinya-Nya aku tubuh
Lalu tuhan memaksa aku menempuh kehidupan
“Takdirmu sebagai manusia”
Ingin sekali aku belari ketika terlahir
Tapi, lagi-lagi Tuhan melarang aku
Dicabut-Nya segala kuasaku
Hingga aku hanya bisa menangis dan menangis
Tak sesaat lama Tuhan menjemput aku
Ingin sekali hati ini membantah-Nya
Daya apa kuasa tiada
Surga tempatku dikosongkan-Nya
Kini telah dikembalikan-Nya