Kuasa-Mu
Dengan segala kehendak-Mu
Memaksaku menerima takdir
Takdir yang tak pernah aku tahu tak pernah aku mau
Tuhan paksakan aku
Di ruang gelap berait dititipkan-Nya aku
Diberinya-Nya aku tubuh
Lalu tuhan memaksa aku menempuh kehidupan
“Takdirmu sebagai manusia”
Ingin sekali aku belari ketika terlahir
Tapi, lagi-lagi Tuhan melarang aku
Dicabut-Nya segala kuasaku
Hingga aku hanya bisa menangis dan menangis
Tak sesaat lama Tuhan menjemput aku
Ingin sekali hati ini membantah-Nya
Daya apa kuasa tiada
Surga tempatku dikosongkan-Nya
Kini telah dikembalikan-Nya
Apakah setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu puisi?
BalasHapus